Investasi yang menghasilkan Passive Income

Kita selalu mendengar kata investasi dan pasive income belakangan ini. Seperti kita tahu, wabah virus corona telah membuat banyak perbedaan kebiasaan dan perilaku kita saat ini

Perubahan tersebut karena kita harus mengikuti beberapa peraturan terkait kebiasaan dan pola hidup sehat agar terhindar dari virus corona yang banyak menimbulkan korban jiwa. Hal ini tidak terjadi hanya di Indonesia namun di semua belahan dunia, virus ini tidak memandang siapapun untuk jadi korbannya 

Sebagai seorang yang terbiasa bangun pagi kemudian berangkat ke kantor dan berjumpa dengan beberapa orang teman kantor ataupun kolega dan kostumer dari perusahaan kita, saat ini kita membatasi pertemuan itu dan bahkan banyak perusahaan lebih cenderung menerapkan WFH untuk staffnya

https://pixabay.com/id/photos/sampul-buku-menerbitkan-buku-online-2703449/

Namun tidak hanya itu saja, dampak dari corona virus membuat banyak pekerja terpaksa dirumahkan maupun dipecat dari perusahaan, karena perusahaan tidak bisa beroperasi sementara waktu  

Awal terjadi virus ini di Indonesia sekitar bulan Maret 2019 dan sampai saat ini kita masih dibayangi oleh gelombang ketiga dari virus ini, yaitu Omicron. Sehingga banyak yang masih menerapkan WFH untuk karyawannya

Lalu, bagaimana dengan nasib karyawan yang di PHK? bagaimana dengan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka? Beberapa dari mereka akhirnya malah bisa berhasil setelah di PHK atau dirumahkan dengan membuka bisnis online dari yang mulai menjual ayam goreng, bubur, nugget, dan sebagainya. Kebanyakan dari mereka menciptakan usaha kuliner karena memang, kita perlu makan yang sehat untuk bisa tetap bugar dan sehat. Ide yang sangat bagus dan justru ini membuka kesempatan wirausaha-wirausaha baru

Sedangkan beberapa dari mereka tertarik dengan yang namanya Investasi. . Apa sih Investasi itu? Mungkin kita semua tidak asing lagi dengan kata itu. Tapi sekarang kita mau belajar sedikit untuk menambah pengetahuan dunia investasi kita.

Pengenalan mulai dari Apakah investasi itu. Menurut Wikipedia, Investasi adalah suatu kegiatan menanamkan modal, baik langsung maupun tidak, dengan harapan pada waktu nanti pemilik modal mendapatkan sejumlah keuntungan dari hasil penanaman modal tersebut.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia investasi berarti penanaman uang atau modal pada suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.[2] Secara umum investasi dapat diartikan sebagai meluangkan atau memanfaatkan waktu, uang atau tenaga demi keuntungan/manfaat pada masa datang. Jadi, investasi merupakan membeli sesuatu yang diharapkan pada masa yang akan datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi dari semula.

Mudah yaaa?? Seperti orang jualan. Pasti harus untung. Beli murah, jual mahal, ya kan??

Tujuannya apa? Yang pasti untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik pada masa yang akan datang

Terus investasi itu apa aja? Apakah kita pasti tidak akan pernah rugi jika kita berinvestasi?


Sebenarnya banyak dari kita maunya instan. Kayak jual barang, beli sekarang, besok sudah harus terjual. Padahal, kadang pun penjual hanya untung tipis atau jual modal karena takut barang tersebut lama terjualnya. Ada ya, penjual mau rugi? Tidak ada yang mau rugi tapi itu resiko usaha. Pasti setiap usaha apapun ada resikonya

Mari kita lihat dulu jenis dari investasi. Ada 2 jenis investasi, yaitu : Investasi pada aset ril dan aset keuangan. Aset ril itu berupa benda berwujid seperti : rumah, apartemen, pabrik, gedung, kendaraaan, dan sebagainya. Sedangkan aset keuangan adalah aset yang tidak berwujud seperti Saham, Reksadana, Obligasi, Dana Pensiun, Asuransi, Deposito, Peer to Peer Lending, Kripto, Surat Utang Negara, dan sebagainya

Dilihat dari waktunya investasi bisa dalam waktu jangka waktu pendek dan panjang. Untuk jangka waktu pendek investasi umumnya sekitar 1 sampai 5 tahun, sedangkan jangka waktu panjang mulai 5 tahun hingga puluhan tahun

Agar kita dapat berinvestasi dengan nyaman, kita harus mengenali faktor resiko sehingga kita dapat menanggung resiko tersebut jika hal itu terjadi. Seperti kita tahu, bahwa high return, high risk. Jadi, itu sudah hukum alam

Demikian sekilas mengenai investasi yang dapat kita pelajari sebagai pemula

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa berinvestasi? Sudah pasti itu perlu dana. Nah, disinilah sebenarnya hal penting itu. Dari mana kita mendapatkan dana yang bisa kita gunakan untuk berinvestasi dalam jangka waktu tertentu?

Bagi yang masih bekerja, pasti kita harus bisa menyisihkan sedikit penghasilan kita untuk berinvestasi, dan bagi yang sudah menjalankan usaha, pasti penghasilan dari hasil usaha akan lebih baik bila bisa diinvestasikan. Banyak orang berpikir terutama yang masih bekerja, karena keterbatasan waktu, tidak bisa mencari sumber penghasilan lain. Maka dari itu. banyak yang berusaha mencari pasive income agar bisa digunakan untuk menambah pundi penghasilan kita

Di era internet ini, banyak kemudahan yang bisa kita dapatkan melalui kemajuan teknologi ini. Dan beberapa Pasive income yang dapat kita coba adalah :

1. Menjadi Affiliate Marketer, yaitu kita mempromosikan produk pihak ketiga di akun sosmed ataupun website kita  

2. Menyalurkan hobi di sosmed juga bisa menghasilkan uang dengan membuat video atau tulisan pengetahuan yang berguna dan dapat dilihat pengguna sosmed lainnya sehingga akun sosmed kita memiliki banyak pengikut yang akhirnya banyak tawaran iklan pada akun sosmed kita yang dapat kita kerjakan untuk menambah pundi pengahasilan

3. Menjual produk informatif berupa e-book, rekaman video dan audio di akun sosmed maupun youtube 

4. Menggunakan ketrampilan/skill kita seperti bahasa asing, musik, coding dan sebagainya juga untuk menambah penghasilan atau menjadikan pasive income tak terbatas

5. Menyewakan property baik berupa rumah, apartemen atau gedung yang tidak terpakai. Ini merupakan investasi ril yang juga bisa menghasilkan pasive income. Untuk mendapatkan nilai yang lebih besar, property tersebut bisa kita renovasi dulu bahkan kita bisa dapat lebih besar dari sekedar menyewakan 1 unit property dengan membuat rumah atau gedung tersebut menjadi kos-kosan 

6. Reksadana Merupakan investasi untuk menghasilkan pasive income dengan variasi bunga lebih besar daripada deposito, sekitar 8-20% per tahun tergantung kinerja manajer investasi di mana kita membuka rekening reksadana 

7. Investasi Saham. Saat ini investasi ini banyak sekali peminatnya dengan banyaknya youtuber maupun artis terkenal mempromosikannya. Untuk saham ini, kita bisa berivestasi dengan nominal kecil dulu agar ketika kondisi pasar tiba-tiba down, kita tidak panik. Disini kita harus berlatih money management dan mental management agar tidak membuat kesalahan fatal yang mengakibatkan lost banyak 

8. Emas juga bisa menjadi pilihan investasi yang bisa mendatangkan pasive income dalam jangka waktu tertentu, walaupun tidak bisa dijadikan sumber pasive income

Demikianlah beberapa hal yang dapat dijadikan pengetahuan dasar dari investasi. Semoga berguna dan membantu


 

  

    

6 TAHAP AWAL EKSPOR BARANG

Banyak yang masih bertanya-tanya bagaimana sebenarnya prosedur ekspor atau impor suatu barang atau produk. Sebenarnya mekanismenya sama seperti kita menjual atau membeli dan mengirim barang ke konsumen lokal, hanya saja pada ekspor lebih sedikit rumit untuk pengurusan dokumen, pengemasan dan beberapa prosedur dasar yang harus kita pelajari lebih dulu. 

Berdasarkan pengalaman saya, untuk ekspor barang ada beberapa tahapan awal yang sangat penting yang harus kita lakukan agar proses ekspor berjalan dengan baik

Berikut adalah tahapan awalnya :           

1. Mempromosikan Produk yang akan diekspor

  • Promosi melalui media elektronik atau media cetak
    • Melalui media elektronik seperti iklan di televisi, radio dan juga di internet yang saat ini banyak digunakan orang sebagai alat promosi
    • Melalui media cetak bisa dengan iklan di Koran/surat kabar maupun di Majalah 
  • Promosi dengan mengikuti Pameran perdagangan baik dalam maupun luar negeri yang biasanya diadakan oleh badan dagang seperti Kadin, Departemen Perdagangan, dan sebagainya

2. Mendapatkan Inquiry dari calon Buyer

Setelah promosi ada calon buyer yang tertarik dengan produk yang dipasarkan dan meminta penawaran dari eksportir dengan mengirimkan letter of inquiry yang berisi permintaan informasi seputar :

    • Deskripsi Barang
    • Mutu
    • Harga
    • Waktu Pengiriman 
3. Mengirimkan Offer Sheet

Offer Sheet adalah tanggapan dari eksportir atas permintaan inquiry calon buyer. Adapun tanggapan tersebut bisa diinfokan tambahan informasi seperti Pembayaran dan Pengiriman sample. Informasi yang diberikan sebagai berikut :

    • Deskripsi Barang
    • Mutu
    • Harga
    • Waktu Pengiriman 
    • Tujuan Pengiriman
    • Ketentuan Pembayaran
    • Pengiriman sample atau brosur 
4. Menerima Purchase Order dari Importir
  • Purchase Order adalah Surat Pesanan Tanda Persetujuan Pihak Importir terhadap kualitas, mutu dan harga barang yang disepekati bersama
  • Pada Purchase Order dijelaskan Deskripsi Barang, Kualitas barang, Ketentuan harga, Waktu Pengiriman, Ketentuan Pembayaran, Tujuan Pengiriman, Packing dan Marking, Ketentuan Shipmen ( misalkan Pengiriman Parsial, Transit, Kapal , Dan sebagainya ), Shipping Dokumen berupa B/L, Invoice, Packing List, Sertifikat pembuat, Dan sebagainya
5. Memberikan Surat Kontrak
  • Surat Kontrak adalah Kontrak jual beli antara eksportir dan importir
  • Surat Kontrak berisi Deskrips Barang, Kualitas Barang, Ketentuan  harga, Waktu Pengiriman, Ketentuan Pembayaran, Tujuan Pengiriman, Packing dan Marking, Ketentuan Shipmen ( misalkan Pengiriman Parsial, Transit, Kapal , Dan sebagainya ), Shipping Dokumen berupa B/L, Invoice, Packing List, Sertifikat pembuat, Dan sebagainya, Force Majeur Clausa dan Inspection Clausa
  • Dibuat 2 Rangkap, Ditandatangani eksportir dan kemudian dikirimkan dan ditandatangani oleh importir
6. Eksprotir menerima Surat Konfirmasi Order dari Importir
  • Surat Konfirmasi Order adalah Surat Kontrak yang ditandatangani Importir sebagai tanda persetujuan Importir untuk semua klausa yang dijelaskan pada surat kontrak
  • Importir akan mengirimkan kembali 1 rangkap yang sudah ditandatanganinye ke eksportir dan 1 rangkap lagi disimpan Importir
Kemudian setelah tahapan awal tersebut, yang merupakankomunikasi dua arah antara eksportir dan importir selesai dilakukan, maka pihak Eksportir menunggu Pembayaran dari Importir. Adapun sistem pembayaran yang biasa digunakan biasanya berbentuk 
  • L/C ( Letter of Credit ) yang terbagi beberapa jenis :
    • Revocable L/C
    • Irrevocable L/C
    • Irrevocable & Confirmed L/C
    • Clean L/C
    • Documentary L/C
    • Documentary L/C with Red Clausa
    • Revolving L/C
    • Back to Back L/C
    • Transferable L/C 
  • TT Before and After Shipment
  • Documents against Payment ( D/P )
  • Documents against Acceptance ( D/A )
  • Open Account ( Rekening Terbuka )
  • Consignment ( Konsinyasi )

Next

Bentuk bisnis E-commerce di Indonesia

Dalam tiga tahun terakhir, bisnis e commerce di Indonesia berkembang pesat seiring dengan makin bertambahnya para pengguna internet dan mak...