Buah dan Sayuran yang mengandung Sianida Alami


Belakangan ini banyak sekali yang membahas tentang sianida setelah kasus yang meninggalnya wanita cantik berumur 27 tahun Wayan Mirna Salihin usai menyeruput es kopi Vietnam yang mengandung sianida

Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.
Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair. Beberapa seperti-garam, beberapa kovalen. Beberapa molekular, beberapa ionik, dan banyak juga polimerik. Senyawa yang dapat melepas ion sianida CN sangat beracun.
Sianida biasa digunakan dalam pembuatan kertas, tekstil, dan plastik. Sianida juga terkandung dalam rokok dan dalam pembakaran bahan sintetis, seperti dalam plastik.[1]
Sesuai pengalaman, racun Sianida pada manusia masih bisa ditoleransi pada dosis 0.5 - 3.5 mg per kg berat badan. Dosis membahayakan dapat terjadi dalam dosis +/- 1.5 mg per kg berat badan. Gejala-gejala keracunan Sianida termasuk di antaranya : Kram perut, Sakit Kepala, Mual dan Muntah dan kerusakan paru, sesak napas, koma dan bahkan kematian

Sebenarnya, buah dan sayuran yang kita makan juga banyak yang mengandung Sianida tersebut. Tapi jangan kuatir, kebanyakan racun tersebut hanya terdapat pada bijinya saja. Berikut adalah daftar dari buah dan sayur di sekitar kita yang mengandung racun Sianida tersebut :   

1. Apel
Biji apel secara alami mengandung Amigdalin. Amigdalin adalah toksin glikosida yang jika digabung dengan enzim pencernaan menghasilkan hidrogen sianida, racun yang sama dengan yang disebut Cylon B. Racun tersebut juga dipakai untuk pembunuhan massal di kamp konsentrasi saat Perang Dunia II. 
Tetapi, tak perlu khawatir karena memakan satu buah apel utuh bersama bijinya tak akan membuat kita keracunan. Permukaan biji yang keras menjaga agar racun tetap berada di dalam biji dan bisa melewati organ pencernaan secara utuh.
Karena itu, jangan pernah menggigit biji apel. Jika ingin lebih aman, buanglah biji apel sebelum dikonsumsi, terlebih untuk anak yang kadar toleransi tubuhnya terhadap amigdalin masih rendah. Buang juga biji apel sebelum apel diblender atau dibuat jus, dibuat selai, atau sirup. 

2. Cheri, Aprikot, Peach and Plum
Buah-buahan sejenis ini, mengandung sianogenik glikosid yang menghasilkan sianida pada bijinya. Menelan 1 atau 2 biji tidak akan memberik efek banyak. Tubuh kita akan bereaksi dengan jumlah tertentu ( contoh : semangkuk penuh biji ) tetapi akan lebih berbahaya jika kamu mengunyah atau menggigitnya. Jika memang tidak sengaja termakan, langsung ditelan saja, jangan dikunyah atau digigit

3. Kentang
Kentang umumnya berwarna coklat pucat dengan bagian dalam berwarna kuning. Biasanya, kentang bisa berubah warna menjadi kehijauan bila mereka terkena sinar matahari yang berlebihan. Penyimpanan yang salah, seperti suhu penyimpanan yang terlalu dingin atau hangat, bisa mengubah kentang menjadi kehijauan.
Warna hijau hanya menjadi indikasi bahwa kentang terpapar cahaya atau penyimpanan yang kurang baik. Namun, apabila kentang terkena cahaya yang terlalu banyak, maka ia akan memproduksi sebuah zat yang bernama solanin.
Solanin adalah sejenis racun alamiah yang terdapat pada kentang berwarna hijau. Konsumsi solanin dalam jumlah yang tinggi bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti diare, keracunan makanan, sakit kepala hingga mual dan muntah.
 
4. Singkong dan Rebung
Singkong dapat digunakan sebagai bahan pangan pengganti nasi maupun sebagai cemilan. Dan Rebung biasanya digunakan sebagai bahan sayur-mayur
pada beberapa jenis singkong tertentu juga dapat menimbulkan keracunan, karena singkong mengandung senyawa yang berpotensi racun, yaitu Linamarin dan Lotaustralin, keduanya termasuk golongan Glikosida Sianogenik. Dan Glikosida Sianogenik pada Rebung disebut Taxiphyllin
Linamarin dengan cepat dihidrolisis menjadi Glukosa dan Aseton Sianohidrin sedangkan Lotaustralin dihidrolisis menjadi Sianohidrin dan Glukosa. Di bawah kondisi netral, aseton Sianohidrin didekomposisi menjadi Aseton dan
Hidrogen Sianida ( HCN )
Singkong jenis manis memiliki kadar sianida yang rendah ( ≤ 50 mg/kg singkong) sedangkan jenis pahit memiliki kadar sianida yang tinggi (> 50 mg/kg singkong)
rasa manis disebabkan mengandung sianida yang rendah, semakin tinggi kadar sianida maka akan semakin pahit rasanya. Cara menghindari keracunan singkong dan Rebung adalah dengan mengolahnya dengan cara memasak. Berikut cara pengolahannya :
1. Jika rasanya manis, singkong cukup dikupas, dicuci dan dimasak, namun jika singkong rasanya pahit, sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi jika kita tidak yakin dapat mengurangi kadar HCN dalam proses pengolahan
2. Jika singkong yang rasanya sedikit pahit sangat dibutuhkan, dapat dikurangi kadar HCN-nya dengan mengupas kulit singkong dan dicuci bersih, kemudian dipotong-potong dan direndam dalam air bersih yang hangat selama beberapa hari, dicuci dan dimasak dengan sempurna baik direbus, goreng maupun dibakar.
3. Jika pada singkong terdapat bercak biru sebaiknya tidak dikonsumsi, kemungkinan kandungan HCN-nya tinggi dan tidak banyak berkurang walaupun sudah dicuci dan dimasak.  
Satu Pon Singkong pahit yang belum diproses sama sekali akan dapat membunuh seekor sapi

5. Kacang Lima
Kacang Lima harus dimasak dengan baik sebelum dimakan karena jika masih mentah kacang ini, berisi produk yang disebut Limarin. Walaupun hanya segenggam, kacang mentah ini akan membuat seseorang sakit keras. Jadi, pastikan untuk dimasak minimal 10 menit dan jangan pernah dimakan mentah sebagai salad. Memasaknya akan mengurangi masalah dan pastinya akan memberikanmu banyak nutrisi yang bagus

6. Fiddlehead
fiddlehead merupakan salah satu jenis sayuran unik yang akhir-akhir ini semakin banyak dicari. Sayuran ini termasuk dalam jenis pakis yang aman untuk dikonsumsi. Awalnya sayuran ini dikenal di Vermont, Amerika Serikat. Pakis ini banyak tumbuh di musim semi dan biasanya banyak ditemukan di hutan-hutan.  Menurut sumber dari Wikipedia, sayuran ini berwarna hijau dan setiap ujungnya akan menggulung. Tangkai fiddlehead melengkung hingga ukuran 3 – 4 cm dan tanaman ini bisa tumbuh hingga 12 cm. setiap bagian batang hingga ujungnya dipenuhi dengan bulu-bulu  berwarna coklat. Jika Anda ingin memasaknya, maka harus dibersihkan dengan mengganti air dingin beberapa kali. Kemudian harus langsung dimasak atau di steam sekitar 10-12 menit sampai matang atau sampai air mendidih sekitar +/- 15 menit. Sisa air  setelah memasak harus dibuang. 

7. Makanan lain yang juga secara alami mengandung Sianida  adalah : Almond, Kacang kedelai, Bayam, Dan Kecambah 

Jadi, sebaiknya kita lebih berhati-hati dalam pengolahan maupun menyantap makanan sehari-hari agar terhindar dari masalah

Semoga bermanfaat

dari berbagai sumber

1 comment:

  1. its obvious some patients with Herpes Virus are being enslaved to the antiviral and other supplementary Orthodox medicine just to help suppress the virus and not a cure. I have been with the virus since 2015 until I was introduced by a blogger who also narrated her story online on how she was cured of HPV after using Dr ALUDA Herbal Medicine. This is a year and 2 weeks since I was delivered from Herpes VIRUS. All thanks to God for using this Great herbalist to heal me. I have promised to keep telling good things about Dr ALUDA. Please feel free to share Your problems with him and don’t forget to tell him I did refer you to Him. Thanks. email him  Draludaharbalhome@gmail.com He deals with Alzheimer virus, Cancer, HIV, Herpes, Genital, warts,Multiple Fibroids, ALS, HBV, UTI, Virginal infection, Genital, Wart, HPV, Hepatitis A/B, Good luck, HSV,  Cold Sores, Diabetes 1 & 2, Pregnancy, Ex back.

    ReplyDelete

Next

Bentuk bisnis E-commerce di Indonesia

Dalam tiga tahun terakhir, bisnis e commerce di Indonesia berkembang pesat seiring dengan makin bertambahnya para pengguna internet dan mak...